Kabel komposit vs kabel komponen vs HDMI, Kebutuhan, harga atau kualitas ?

Sebelumnya sudah ada beberapa topic yang membahas mengenai hal ini tapi saya pribadi menilainya belum komplit untuk hal itulah saya membuat topic ini sebagai rangkuman sekaligus bahan referensi.

Bagi rekan-rekan yang gemar memainkan game via console pasti sudah tidak asing dengan media untuk menampilkan gambar di layar. Apapun media penampilnya entah itu TV CRT, Projector, LCD, Plasma atau bahkan Viewer sekalipun tetap butuh kabel penghantar sebagai media partnernya. Sejauh ini di Indonesia untuk jenis kabel yang umumnya beredar terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya ; Komposit, S-video, Komponen serta HDMI. Sebenarnya masih ada tipe kabel lainnya tapi karena tidak beredar di Negara kita maka tidak akan kita bahas.

Sekilas pandang – sedikit teknis…
Dalam dunia analog sinyal gambar sebelum bisa ditampilkan di media penampil – dalam hal ini akan kita sebut dengan TV saja – umumnya berisi informasi mengenai Luma dan Chroma, kanal Luma berisi informasi mengenai seluruh aspek data dalam format tanpa warna, termasuk contrast dan brightness dalam format hitam putih ada disini. Sedangkan Chroma berisi seluruh data tampilan dalam format full colour. Dalam section Chroma sendiri masih terbagi antara sinyal biru, merah dan hijau. Seluruh informasi ini umumnya akan ditumpangkan dalam satu sinyal sinkronisasi atau bisa juga disebut sebagai based signal atau carrier signal agar bisa diterima dan ditampilkan oleh TV dengan baik.
Kabel komposit
Kabel bawaan paket hampir tiap konsol. Bukannya mencemooh tapi tipe kabel ini adalah tipe kabel yang paling memasyarakat dan bisa dipastikan bila setiap TV dimanapun didunia pasti kompatibel dengan kabel tipe ini. Disamping paling umum tipe kabel ini juga merupakan kabel yang palling murah dari sisi harga.

 Kualitas kabel komposit

Karena seluruh informasi gambar ( Luma, Chroma dan Sync data) dipaksakan untuk berkumpul dalam satu kabel maka bisa di tebak bila koneksi dengan kabel ini mendapat posisi yang paling buncit dalam hal kualitas.
Degradasi kualitas yang umumnya muncul adalah kolorasi warna yang sangat mencolok sehingga detail colouring menjadi rancu –> Kuning kehijauan berubah menjadi kuning kemerahan contohnya. Disamping itu tingkat ketajaman juga sangat kurang, yang terakhir terkadang kadar contrast dan brightness juga turut mempengaruhi kualitas gambar.


Kabel komponen
Seperti namanya : sinyal gambar yang dilewatkan melalui kabel tipe ini akan terbagi menjadi 3, yaitu ; Kanal brightness dan Sinkronisasi, kanal luma biru serta kanal luma merah. Tapi…. kemana kanal luma hijau ? he..he…he..biasanya kanal hijau ditumpangkan dan di generate dalam kanal luma biru dan luma merah. Jadi bisa kita bilang bahwa kabel komponen membawa sinyal gambar secara independen sehingga gangguan interferensi bisa diminimalkan.

 Kualitas kabel komponen

Kabel komponen merupakan standar benchmark untuk high def visual analog. Karena separasi warna tiap kanal bisa terjaga begitu pula kadar brightness, contrast serta sharpnessnya. Sehingga detil akan kita dapatkan dari segala aspek.
Dari sisi bandwith, kabel komponen juga mendukung standar reso dari 480i sampai dengan 1080p sehingga tidak ada yang terlewatkan oleh kabel tipe ini. (Khusus reso 1440p dan 1600p belum ada konfirmasi mengenai tingkat kompatibilitasnya)

HDMI

HDMI sebenarnya merupakan “kembaran” dari kabel komponen. Bedanya disini : HDMI dilahirkan dari rahim Digital sementara Komponen dari rahim Analog. Ada perbedaan yang cukup mencolok disini dari sisi positif dan juga negative.
Pros :

  1. HDMI membuat koneksi lebih simple. konektor untuk data gambar dan suara bermutu tinggi menngunakan hanya satu konektor ketimbang komponen yang banyak konektor.
  2. Dukungan reso high def. yang lebih tinggi ; 1440p dan 2160p ketimbang analog komponen yang so far hanya 1080p.
  3. Digitilizing dalam beberapa proses cenderung memberi hasil yang lebih baik.

Cons :

  1. Ini yang paling buruk.. panjang kabel HDMI berpengaruh besar dalam hal kualitas tampilan. Jangan berharap mendapatkan hasil maksimal bila menggunakan kabel HDMI “Standar” dengan panjang lebih dari 4 – 5 meter.. dijamin kualitasnya pasti turun drastis. Hal ini merupakan akibat dari besarnya beban bandwith yang harus ditanggung oleh penghantar dalam kabel HDMI. (Sesuatu yang tidak signifikan akan kita temui bila menggunakan kabel komponen analog)
  2. Dukungan HDCP juga membatasi kemampuan maksimal visualisasi di TV bila content yang dimainkan terbukti gagal dalam proses otentikasi right management content.

Sementara ini HDMI tersedia dalam 4 standar ; Standar 1.1 sampai dengan Standar 1.3. Sedangkan type konektornya sendiri terbagi menjadi 4 juga : tipe A sampai tipe D.

 

Manakah yang sebaiknya saya pilih ?
Kabel komponen adalah pilihan yang terbaik, sebatas reso TV anda mentok diangka 1080p. Karena harga vs performancenya cenderung sangat baik. Bila layar TV anda sudah support lebih dari 1080p maka tidak ada salahnya untuk membeli sebuah “High speed” HDMI kabel sebagai teman konsol anda pada saat bermain game.
Update perbandingan kualitas visual kabel komposite vs kabel komponen/HDMI @480i :

 

Kabel komposite :
 Terlihat bleeding detail yang cukup parah serta kolorasi dan kesalahan warna tingkat berat baik untuk image NOM maupun   backgrond warna dibelakang huruf M.

 

Kabel Komponen/HDMI:

Tidak ada bleeding pada detail, separasi warna juga sangat baik bahkan kadar brightness dan contrast tiap detail mampu terjaga dengan baik.

Berdasarkan opini pribadi – Rkey

Courtesy of RKEY from GameXeon Forum 

About Harun AR

My real life is just about to start.. :)
This entry was posted in BerbagiTahu. Bookmark the permalink.