Ketika Ramadhan tak lagi menyadarkan dan ketika Idul Fitri tak lagi memaafkan..

Ramadhan baru aja berlalu.. Dan dalam sekejap semua kembali seperti biasa seakan Ramadhan tidak memberi makna. Padahal 1 bulan lamanya kita “sekolah” untuk melatih diri agar pada 11 bulan lainnya kita bisa menjaga hati untuk tetap dekat dengan Sang Pencipta.

Masih banyak teman-teman yang merasa Ramadhan adalah penjara bagi kehidupan hura-huranya. Selama menjalani puasa hanya menahan lapar dan dahaga, tanpa menghayati dan tanpa meresapi makna puasa yang sesungguhnya. Sholat 5 waktu yang wajib pun banyak bolongnya, apalagi sholat sunnah tarrawih dan lainnya, ditinggalkan begitu saja tanpa beban. Menggerutu krn ngga bisa pijet di kota, atau karena ngga bisa disko sampe loyo. Pada malam takbiran smua hawa nafsu yang tertahan sebulan lamanya langsung dilepaskan sepuas hati. Jalanan riuh ramai dengan pawai malam takbiran yang lebih menjurus anarkis, bahkan sampai ada yang tawuran. Kafe dan tempat clubbing penuh sesak, tempat pijet dan maksiat ramai sampai antri. Pada saat lebaran pun, banyak yang berbagi sedekah dengan hati ria untuk pamer belaka.

Dan yang lebih parah lagi, Idul Fitri yang merupakan sarana bagi kita untuk kembali menjadi fitri, kembali menjadi suci, sarana untuk menyembuhkan segala penyakit hati, pintu maaf untuk menghapus segala dosa dan kesalahan terhadap sesama, tidak lagi bisa meluluhkan hati dan memaafkan kesalahan orang-orang yang dekat dengan kita.

Lalu apa maknanya Ramadhan bagi kita semua? Hanya hati nurani kita yang bisa menjawabnya. Karena jawabannya tentu akan berbeda bagi setiap orang. Bagi orang yang bertaqwa tentu Ramadhan akan memberikan dampak positif bagi dirinya untuk menjalani tantangan hidup pada 11 bulan kedepan. Namun bagi orang-orang yang belum menyadari dan belum membuka hatinya untuk beriman kepada Allah SWT, Ramadhan hanyalah sebuah bulan dimana mereka tidak bisa makan siang di tempat umum dan tidak bisa clubbing ataupun maksiat pada malam harinya karena tempatnya pada tutup semua.

Semoga ketika kita masih dikasih kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan, kita bisa merubah segala kesalahan dan kekurangan kita agar menjadi muslim/muslimah yang lebih baik dari sebelumnya.

Sesungguhnya hidup kita sangatlah dekat dengan kematian, maka marilah kita persiapkan dengan sebaik mungkin agar saat tiba waktunya, kita memiliki bekal yang memadai untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Allah SWT. ※Ä♏iiin※

~HAR~

About Harun AR

My real life is just about to start.. :)
This entry was posted in MumbleJumbled. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s