Kabel komposit vs kabel komponen vs HDMI, Kebutuhan, harga atau kualitas ?

Sebelumnya sudah ada beberapa topic yang membahas mengenai hal ini tapi saya pribadi menilainya belum komplit untuk hal itulah saya membuat topic ini sebagai rangkuman sekaligus bahan referensi.

Bagi rekan-rekan yang gemar memainkan game via console pasti sudah tidak asing dengan media untuk menampilkan gambar di layar. Apapun media penampilnya entah itu TV CRT, Projector, LCD, Plasma atau bahkan Viewer sekalipun tetap butuh kabel penghantar sebagai media partnernya. Sejauh ini di Indonesia untuk jenis kabel yang umumnya beredar terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya ; Komposit, S-video, Komponen serta HDMI. Sebenarnya masih ada tipe kabel lainnya tapi karena tidak beredar di Negara kita maka tidak akan kita bahas.

Sekilas pandang – sedikit teknis…
Dalam dunia analog sinyal gambar sebelum bisa ditampilkan di media penampil – dalam hal ini akan kita sebut dengan TV saja – umumnya berisi informasi mengenai Luma dan Chroma, kanal Luma berisi informasi mengenai seluruh aspek data dalam format tanpa warna, termasuk contrast dan brightness dalam format hitam putih ada disini. Sedangkan Chroma berisi seluruh data tampilan dalam format full colour. Dalam section Chroma sendiri masih terbagi antara sinyal biru, merah dan hijau. Seluruh informasi ini umumnya akan ditumpangkan dalam satu sinyal sinkronisasi atau bisa juga disebut sebagai based signal atau carrier signal agar bisa diterima dan ditampilkan oleh TV dengan baik.
Kabel komposit
Kabel bawaan paket hampir tiap konsol. Bukannya mencemooh tapi tipe kabel ini adalah tipe kabel yang paling memasyarakat dan bisa dipastikan bila setiap TV dimanapun didunia pasti kompatibel dengan kabel tipe ini. Disamping paling umum tipe kabel ini juga merupakan kabel yang palling murah dari sisi harga.

 Kualitas kabel komposit

Karena seluruh informasi gambar ( Luma, Chroma dan Sync data) dipaksakan untuk berkumpul dalam satu kabel maka bisa di tebak bila koneksi dengan kabel ini mendapat posisi yang paling buncit dalam hal kualitas.
Degradasi kualitas yang umumnya muncul adalah kolorasi warna yang sangat mencolok sehingga detail colouring menjadi rancu –> Kuning kehijauan berubah menjadi kuning kemerahan contohnya. Disamping itu tingkat ketajaman juga sangat kurang, yang terakhir terkadang kadar contrast dan brightness juga turut mempengaruhi kualitas gambar.


Kabel komponen
Seperti namanya : sinyal gambar yang dilewatkan melalui kabel tipe ini akan terbagi menjadi 3, yaitu ; Kanal brightness dan Sinkronisasi, kanal luma biru serta kanal luma merah. Tapi…. kemana kanal luma hijau ? he..he…he..biasanya kanal hijau ditumpangkan dan di generate dalam kanal luma biru dan luma merah. Jadi bisa kita bilang bahwa kabel komponen membawa sinyal gambar secara independen sehingga gangguan interferensi bisa diminimalkan.

 Kualitas kabel komponen

Kabel komponen merupakan standar benchmark untuk high def visual analog. Karena separasi warna tiap kanal bisa terjaga begitu pula kadar brightness, contrast serta sharpnessnya. Sehingga detil akan kita dapatkan dari segala aspek.
Dari sisi bandwith, kabel komponen juga mendukung standar reso dari 480i sampai dengan 1080p sehingga tidak ada yang terlewatkan oleh kabel tipe ini. (Khusus reso 1440p dan 1600p belum ada konfirmasi mengenai tingkat kompatibilitasnya)

HDMI

HDMI sebenarnya merupakan “kembaran” dari kabel komponen. Bedanya disini : HDMI dilahirkan dari rahim Digital sementara Komponen dari rahim Analog. Ada perbedaan yang cukup mencolok disini dari sisi positif dan juga negative.
Pros :

  1. HDMI membuat koneksi lebih simple. konektor untuk data gambar dan suara bermutu tinggi menngunakan hanya satu konektor ketimbang komponen yang banyak konektor.
  2. Dukungan reso high def. yang lebih tinggi ; 1440p dan 2160p ketimbang analog komponen yang so far hanya 1080p.
  3. Digitilizing dalam beberapa proses cenderung memberi hasil yang lebih baik.

Cons :

  1. Ini yang paling buruk.. panjang kabel HDMI berpengaruh besar dalam hal kualitas tampilan. Jangan berharap mendapatkan hasil maksimal bila menggunakan kabel HDMI “Standar” dengan panjang lebih dari 4 – 5 meter.. dijamin kualitasnya pasti turun drastis. Hal ini merupakan akibat dari besarnya beban bandwith yang harus ditanggung oleh penghantar dalam kabel HDMI. (Sesuatu yang tidak signifikan akan kita temui bila menggunakan kabel komponen analog)
  2. Dukungan HDCP juga membatasi kemampuan maksimal visualisasi di TV bila content yang dimainkan terbukti gagal dalam proses otentikasi right management content.

Sementara ini HDMI tersedia dalam 4 standar ; Standar 1.1 sampai dengan Standar 1.3. Sedangkan type konektornya sendiri terbagi menjadi 4 juga : tipe A sampai tipe D.

 

Manakah yang sebaiknya saya pilih ?
Kabel komponen adalah pilihan yang terbaik, sebatas reso TV anda mentok diangka 1080p. Karena harga vs performancenya cenderung sangat baik. Bila layar TV anda sudah support lebih dari 1080p maka tidak ada salahnya untuk membeli sebuah “High speed” HDMI kabel sebagai teman konsol anda pada saat bermain game.
Update perbandingan kualitas visual kabel komposite vs kabel komponen/HDMI @480i :

 

Kabel komposite :
 Terlihat bleeding detail yang cukup parah serta kolorasi dan kesalahan warna tingkat berat baik untuk image NOM maupun   backgrond warna dibelakang huruf M.

 

Kabel Komponen/HDMI:

Tidak ada bleeding pada detail, separasi warna juga sangat baik bahkan kadar brightness dan contrast tiap detail mampu terjaga dengan baik.

Berdasarkan opini pribadi – Rkey

Courtesy of RKEY from GameXeon Forum 

Posted in BerbagiTahu

Ketika Ramadhan tak lagi menyadarkan dan ketika Idul Fitri tak lagi memaafkan..

Ramadhan baru aja berlalu.. Dan dalam sekejap semua kembali seperti biasa seakan Ramadhan tidak memberi makna. Padahal 1 bulan lamanya kita “sekolah” untuk melatih diri agar pada 11 bulan lainnya kita bisa menjaga hati untuk tetap dekat dengan Sang Pencipta.

Masih banyak teman-teman yang merasa Ramadhan adalah penjara bagi kehidupan hura-huranya. Selama menjalani puasa hanya menahan lapar dan dahaga, tanpa menghayati dan tanpa meresapi makna puasa yang sesungguhnya. Sholat 5 waktu yang wajib pun banyak bolongnya, apalagi sholat sunnah tarrawih dan lainnya, ditinggalkan begitu saja tanpa beban. Menggerutu krn ngga bisa pijet di kota, atau karena ngga bisa disko sampe loyo. Pada malam takbiran smua hawa nafsu yang tertahan sebulan lamanya langsung dilepaskan sepuas hati. Jalanan riuh ramai dengan pawai malam takbiran yang lebih menjurus anarkis, bahkan sampai ada yang tawuran. Kafe dan tempat clubbing penuh sesak, tempat pijet dan maksiat ramai sampai antri. Pada saat lebaran pun, banyak yang berbagi sedekah dengan hati ria untuk pamer belaka.

Dan yang lebih parah lagi, Idul Fitri yang merupakan sarana bagi kita untuk kembali menjadi fitri, kembali menjadi suci, sarana untuk menyembuhkan segala penyakit hati, pintu maaf untuk menghapus segala dosa dan kesalahan terhadap sesama, tidak lagi bisa meluluhkan hati dan memaafkan kesalahan orang-orang yang dekat dengan kita.

Lalu apa maknanya Ramadhan bagi kita semua? Hanya hati nurani kita yang bisa menjawabnya. Karena jawabannya tentu akan berbeda bagi setiap orang. Bagi orang yang bertaqwa tentu Ramadhan akan memberikan dampak positif bagi dirinya untuk menjalani tantangan hidup pada 11 bulan kedepan. Namun bagi orang-orang yang belum menyadari dan belum membuka hatinya untuk beriman kepada Allah SWT, Ramadhan hanyalah sebuah bulan dimana mereka tidak bisa makan siang di tempat umum dan tidak bisa clubbing ataupun maksiat pada malam harinya karena tempatnya pada tutup semua.

Semoga ketika kita masih dikasih kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan, kita bisa merubah segala kesalahan dan kekurangan kita agar menjadi muslim/muslimah yang lebih baik dari sebelumnya.

Sesungguhnya hidup kita sangatlah dekat dengan kematian, maka marilah kita persiapkan dengan sebaik mungkin agar saat tiba waktunya, kita memiliki bekal yang memadai untuk bertemu dengan Sang Pencipta, Allah SWT. ※Ä♏iiin※

~HAR~

Posted in MumbleJumbled | Leave a comment

10 Simple Website Changes that Will Increase Your Freelance Sales

Office worker writing on reports

Is your website delivering new clients on a regular basis? Is your site’s sales funnel optimized? Have you been meaning to make changes to your site that improve your bottom line? Realistically, how effective is your freelance business website today?

If you rely on the web for your business, then you worry about getting more people to your site, and converting more of them into clients. Most people worry a lot about the former, and a little about the latter. This is backwards, because a small amount of quality traffic combined with a high-converting website can yield much greater returns for a freelancer than lots of traffic and a poor website.

The good news is that there are many simple changes you can make to your own site to increase the bites you get from prospects. Let’s look at setting objectives, targeting headings and graphics, utilizing each page area of your site, calls to action, and more. Here are ten quick website changes that will take you no more than 30 minutes each to implement.

1. Figure out your site’s objective

What is the business goal of your website? Surprisingly few freelancers have a clear answer. If you don’t know the ultimate objective of your site, then the site is a liability rather than an asset. Any clients you get from it are purely accidental.

So the first thing you need to work out is the purpose of your site in terms of your business goals. Let me offer a word of hard-won advice here: the primary objective of your site is probably not to make sales. That’s because the vast majority of prospects will not decide to hire you on their first visit. Repeat visitors are more likely to hire you. So your site’s primary objective should probably be to get prospects to come back.

2. Figure out each page’s objective

Needless to say, each page on your site must have an objective that relates back to your central business goal.

Needless to say, each page on your site must have an objective that relates back to your central business goal. You need to map out how your pages contribute to this goal, placing their objectives into a logical thought sequence for prospects. For example, it doesn’t make sense to ask someone to hire you straight from your homepage—he won’t yet know enough about you to make that kind of commitment. It makes sense to ask him to learn about your services, maybe; or to learn about the problem that he faces which you can solve.

I suggest two objectives per page, because very often a prospect will be interested in achieving one or the other of them, depending on how informed he is. On your services page it’s smart to have an objective for someone who has seen enough to know he wants to talk; and another for someone who is still thinking and wants to learn more about you. By presenting an either/or decision, rather than a yes/no one, you are more likely to get a positive response and so capture both prospects.

3. Fix your masthead

If you don’t have a masthead that clearly articulates where your prospect is as soon as he arrives on your site, you’re going to lose an awful lot of potential clients. Someone who can’t figure out where he is won’t stick around.

Nearly all websites do this wrong, and freelancers’ sites are no exception. Take a look at your masthead now. Does it articulate where someone has come from when landing on your website? Does it use the language your prospect would use? It’s generally best to have both a logotype and a tagline, even if your company name is self-explanatory (like “Mac’s Web Design”), just to set your prospect at ease.

4. Develop prospect-centered headlines for every page

As an average rule, only about 20% of the people who read a headline will read the copy. The purpose of the headline is to increase that number as much as possible. If you don’t have a good headline on each page, then prospects won’t read your copy.

Just as in real life, talking about yourself turns people off.

To ensure they do, you need to convey value. To do that, you must engage with what your prospect is thinking. When he arrives on your homepage, for example, he’s thinking about his problem, and certainly not about you. He doesn’t know you.

Yet, a huge number of freelance sites have giant headlines saying something like, “Hi, I’m James, and I love web design”. Nothing could interest your prospects less. Just as in real life, talking about yourself turns people off. Unlike real life, though, this faux pas will cost you a lot of money.

5. Speak normally

Assuming your headlines get your prospect into the page content, you now face another hurdle. If your copy doesn’t speak in the way your prospect would speak—and if it doesn’t talk about the things that are most interesting to him—then he won’t read it. In real life, if you walk up to someone and start talking in a very strange way like a brochure, or if you start talking about yourself, it turns people off; they think you’re a little bit special and they try to leave.

Don’t make people leave your website. Check that your copy is talking about your prospect and his problems. The number of times the words “you” and “your” appear should vastly outweigh the number of times the words “I” and “me” do.

6. Ask for an action

Calls to action are critical. If you don’t ask people to act, they won’t.

Calls to action are critical. If you don’t ask people to act, they won’t. People actually want to be told what to do on a website; they want to be given specific actions to take, so they don’t have to figure out what comes next and how to do it.

If you rely on your navigation to get people around, then you’re going to find that a lot of them don’t get around; they just leave. Calls to action that reflect the two objectives on each page, and move prospects through a logical sequence on your site, will dramatically increase conversions.

Make sure your calls to action are weighted, so one of them is visually dominant over the other. This helps prospects decide which to click. One orange CTA and one gray one will do better than two orange ones.

7. Make your navigation boring

One of the worst blights for prospects is branded navigation. For example, your about page has some cute name reflecting your obscure origins, or your contact page is called “Carrier Pigeon”. If prospects don’t know what a navigation entry means, they won’t experiment to find out.

People almost never click links if they aren’t confident about where they go. When prospects don’t find the word “Contact” in your nav bar, they don’t click the carrier pigeon. They find a freelancer who does have a contact link. So make your navigation as boring and predictable as possible.

8. Make it readable

Sensible typography is crucial to engaging prospects. If they can’t read your copy, they’ll leave. There are five things you need to check here, and although you might need the help of your web designer, most themes will let you do this stuff yourself:

  • All your body copy should be aligned to a single left margin. If it’s not, it’s harder to read, harder to follow, harder to pick out as body copy in the first place—and people will read it less.
  • Make sure it’s at least 16 pixels in size. You might think 16px looks big, but that’s just because you’re accustomed to smaller fonts, because a lot of web designers think 14 and 13px fonts look swish. If your audience is over twenty, you’re going to lose readers below 16px; it’s that simple. 16px is the minimum.
  • Have a reasonable line-height: the distance between each line of text should be 130% to 150% of the text size.
  • Check your measure: the width of a line should be no more than 75 characters. After this the eye has trouble following one line to the next, and your readership drops off again.
  • Make sure your copy is set black or dark gray on white, and not the other way round—where fifty per cent of the people who would read it, won’t.

9. Check your images

Images have only two purposes: to tease a prospect, or convey value.

Images have only two purposes: to tease a prospect, or convey value. An image must present some kind of situation where your prospect thinks, “Ooh, what’s going on here? I want to read the copy and find out”; or it must convey value more clearly than the copy itself could—for example using a chart or a product image, where even if you used several paragraphs of copy you couldn’t get across the point as clearly and forcibly.

Any other kind of image is a waste of upload bandwidth, and a waste of your prospects’ time, because its visual dominance means prospects are looking at it, rather than reading your copy. And if they’re not reading your copy, they’re not buying your freelance services.

10. Create a footer

This final suggestion sounds incredibly simple, but you’d be surprised at its effectiveness. A footer with your full contact information—that’s your physical address and your phone number (and even your fax number if you’re a time traveler from 1980)—will incline many people to trust you. They scroll down to the bottom of the page to make sure you’re a legitimate company that really exists in the real world, and not some kind of scam in cyberspace.

If you have this information in your footer, people feel much more comfortable with you—especially older people who, like my own father, are still a little bit concerned about using their credit card online because as soon as they enter it someone, somewhere is magically going to steal it.

Get to it!

So that’s ten things you can start doing today to increase your online sales. Go to your website now, and check it against this list. Make a note of the things that could be improved, and then commit to doing one thing each day. I guarantee you’ll see results within a week.

____________________

Original Resource: http://freelanceswitch.com/finding/online-freelance-sales/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed:+FreelanceSwitch+%28Freelance+Switch%29

Posted in BerbagiTahu

Penggunaan kata “has had” dan “have had”..

Ini ada satu percakapan dari blog lain yg menurut gw bagus untuk dipelajari bersama.

Tentang penggunaan kata “has had” dan “have had” dalam bahasa inggris.

Semoga bermanfaat. 🙂

 

~never stop learning~

=====================

Source of origin: http://www.english-test.net/forum/ftopic15222.html



please explain #5 (permalink) Mon May 04, 2009 14:48 pm   please explain


I want to know about the use of “has had & have had” please explain where we use has had or has have & have had.
thanks
Kiran.

Kiran
I’m new here and I like it 😉
Joined: 25 Apr 2009
Posts: 14

When do we use has, have, and had? #6 (permalink) Sat Jun 27, 2009 9:36 am   When do we use has, have, and had?


You use has, have, and had if you do not care about the “time” and if the time is not definite. For example, It hasn’t rained this week. < I use has because the date or day is not definite and don’t care about the day/time. And now, I’m going to use “did”, here it goes: It didn’t rain LAST WEEK. Meaning, you have a definite time here, because you are pertaining to the whole week.
Secondly, you use HAS, HAVE if you are still doing the things you do in the past until the present. But when you use Had, it means that you are already DONE with it in the past. There’s also the use of “Had Had”, I’m going to give you an example, “I had had a girlfriend before her”, here, it means you had 2 girlfriends before your present girlfriend, 1st girlfriend broke up, and then here comes the 2nd, and finally your present girlfriend.

Has done is not a future perfect, it’s a present perfect. Just like what I said, you use has if you are still doing the things you do in the past until the present. Bob has done, is present, so it means that he JUST finished his homework recently. You use “had done” if BOB finished his homework a day before, or an hours before.

Has had, have had, have had. “Has had and have had” have the same explanation because, has is for singular and have is for plural. You use them, if you are referring to unfinished time/ or let’s say an unfinished time of event. Meaning, its telling about the action began in the past, but not reached its end. You use that if you are about to feel something, but you already decided to do that before reaching the 100% of doing that particular activity(you get it?, quite confusing is it not?). Ok, I’m just going to give you an example, here’s the sentence: “I HAVE HAD enough of you!”. In this sentence you are angry, then you’re just holding your anger for about an hour, so in your mind, before you reach your maximum ANGER(before it reaches a 100%), you’ll just say that you have had enough of this person.

Hope you understand. 🙂

Compaq321
New Member
Joined: 27 Jun 2009
Posts: 1

Thanks #7 (permalink) Sat Jun 27, 2009 11:32 am   Thanks


Thanks a lot for your reply. I got it. 🙂

Posted in BerbagiTahu | Leave a comment

Trik Untuk Menangkap Basah si Pembohong

Copied from: @KerjaKreatif

Anda mungkin termasuk orang yang gemar menonton film detektif, seperti CSI. Atau kagum akan keahlian Dr Cal Lightman dalam serial Lie to Me yang sangat hebat dalam membaca bahasa tubuh orang sehingga tahu apakah orang itu berbohong atau berkata jujur. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda seringkali butuh “ilmu” seperti itu untuk mengetahui apakah teman kerja benar-benar terjebak macet, atau sebenarnya bangun kesiangan. Atau, apakah ponsel pasangan benar-benar mati atau sengaja ia matikan?

Tidak perlu belajar khusus untuk mengetahui apakah seseorang berbohong kepada Anda. Cukup pelajari trik dari R Edward Geiselman, profesor psikologi dari UCLA, yang bersama rekannya telah melakukan riset seputar cara terbaik untuk menangkap basah orang yang berbohong. Temuan yang telah dimuat dalam American Journal of Forensic Psychiatry ini memang diperuntukkan khusus bagi para petugas hukum. Namun, menurut Geiselman, teknik ini juga dapat dipakai oleh siapa saja. Nah, ini dia ciri-ciri orang yang tidak berkata jujur:

1. Cerita mereka cenderung sekilas dan hanya di permukaan. Bingung, ya, mengingat kita sering menemui orang berbohong yang mengarang cerita begitu panjang-lebar? Menurut Geiselman, sebagian orang yang berbohong justru cenderung tidak mau berkata banyak. Penyebabnya? Mereka tahu kalau nantinya harus mengingat detail kebohongan itu untuk diulang kembali di lain kesempatan. Nah, kalau ternyata berbeda, bagaimana? Sementara, sebagian lainnya tidak mau banyak bercerita karena takut nanti ceritanya itu jadi terlalu dibuat-buat dan orang lain akan curiga.

2. Mereka tiba-tiba bercerita tentang hal detail yang tidak Anda harapkan. Misalnya, baju apa yang mereka pakai, apa yang mereka minum, mobil apa yang mereka kendarai–padahal Anda tidak menanyakan. Anda dapat menyadari kebohongan mereka dari reaksi spontan Anda saat itu, seperti rasa heran dan ekspresi mengangkat alis tanpa disadari.

3. Mereka menjawab pertanyaan Anda dengan pertanyaan. Misalnya, Anda bertanya, “Semalam ke mana?” dan ia menjawab “Semalam saya di mana, ya?”. Selain itu, menurut Geiselman, ada juga orang yang menjawab pertanyaan Anda dengan nada bicara lambat, kemudian semakin lama semakin cepat. Ini tandanya mereka sudah menemukan cerita bohong yang bisa diutarakan. Ada juga yang bicara dengan nada ragu, kalimat-kalimatnya cenderung pendek, atau sering mengulang-ulang kalimatnya. “Ada dua kemungkinan. Antara mereka sudah lelah, atau memang tidak jujur,” kata Geiselman.

4. Ekspresi umum mereka adalah bibir yang tertutup rapat dan tidak menatap pandangan mata Anda. “Itu pertanda mereka sedang berpikir keras untuk memberi jawaban yang dapat diterima oleh Anda,” begitu penjelasan Geiselman. Selain itu, pembohong juga cenderung memperlihatkan bahasa tubuh tertentu, seperti bermain dengan baju atau rambut mereka.

Sumber: msnbc

Posted in MumbleJumbled | Leave a comment

DIY kuras radiator Nissan Livina

Td pagi gw disuruh bawa mobil nyokap ke bengkel utk kuras radiator.. Tp daripada jauh² dan buang² waktu ke bengkel, mending kerjain sendiri aja deh.. Kuras radiator ngga susah kok.. 🙂

Jadi gw kluarin mobil dari garasi (sambil didorong biar mesin ga panas) dan gw udh siap dgn peralatan tempur..  Mulailah gw mencari katup buangan air radiator di bagian bawah. Sambil lirak-lirik, nungging², jongkok², raba sana-sini tapi ko tetep ga nemu juga tu kran buangan airnya. Mau ngintip dari kolong juga ga kliatan karena ada splash guard nya. Jd pilihannya adalah buka selang dari atas dgn cara copot braket fan dulu ato dari bawah copot splash guard nya. Dan gw memutuskan utk ngolong & nyopot splash guard nya..

Saat gw ngolong mau nyopot splash guard, gw berhadapan dgn 4 buah baut №.10 dan 4 kancing jepret. Nyopotnya gampang aja ko, yg bikin susah cuma karena jarak kolong mobil ke lantai yg cukup sempit. Setelah guard nya copot, baru gw bisa liat radiator dgn jelas dari bawah kolong.. dan emang bener ga ada katup model kran utk pembuangan air radiatornya. Jd gw harus buka selang karet bagian bawah yg di iket kuat dgn klem jepit. Pfffttt… *sambi ngelap keringet..*

Di sisi sblh kanan bawah ada 2 selang karet -satu besar satu kecil, dan di sblh kiri bawah ada satu selang kecil. Yg besar persis ky selang yg ada di sblh atas utk water intake ke engine block. Yang satu lagi selang kecil model kaya selang freon AC seperti yg terlihat di foto. Gw pikir selang yg kecil mungkin emang disediain utk nguras airnya, jd gw copot tu selang kecil yg di sebelah kiri.. Ehh.. Ternyata yg ngocor OLI, bukan air radiator! 😀  Langsung dengan paniknya gw pasang balik sebelum olinya brkurang banyak.. Hehehe.. #barutau sayah.. 😀

Selang radiator dibagian bawah kanan

So pilihan satu²nya adalah nguras air radiatornya lewat selang karet yg besar. Krn posisinya di bawah dan ruang gerak yg sempit, utk buka selang ini bener² butuh perjuangan ekstra keras. Klo ngga karena gengsi udah bilang akan ngerjain sendiri, gw pasti udh nyerah dan bawa mobil ini ke bengkel. Hehehe..:D
Setelah berhasil membuka selang karet besar baru deh tu air radiator yg lama ngocor smua sampe kosong.

Selang karet besar di bagian bawah

Langkah selanjutnya adalah nguras radiator supaya air kotor yg tertinggal di blok mesin bisa kebuang juga.  Jadi klo diurutin step²nya kira² seperti berikut:

  1. Buka kran pembuangan radiator ato selang karet besar yang di bawah utk membuang air radiotar yg lama.
  2. Tutup lg keran tsb, lalu isi radiator dgn air hingga penuh untuk menguras seluruh ruang pendinginan sampai ke dalam mesin (gw pake air ledeng tapi gw filter dgn kain supaya ga ada lumut ato kotoran yg ikut masuk). Toh hanya utk nguras aja, abis itu dibuang lagi kok airnya. Klo menguras pake coolant tentu lebih bagus, tapi ya tentu jadinya lebih mahal.
  3. Setelah itu nyalain mesin mobil dan biarkan mesin menyala sambil di gas sedikit selama 3-5 menit. Ini adalah proses menguras yg sebenarnya! 🙂
  4. Lalu matikan mesin, tunggu sebentar sampe mesin agak dingin, lalu buang lagi air yg baru diisi tadi, supaya seluruh air kotor dalam radiator dan blok mesin bener² terbuang sampe bersih.
  5. Klo udah abis semua air kurasan tsb, tutup keran pembuangan yg di bawah, lalu isi dgn Radiator Coolant yg baru hingga penuh. Radiator jgn ditutup dulu!
  6. Nyalakan mesin, tunggu dan pastikan tidak ada lagi gelembung udara yg kluar dari dalem radiator, karena klo ada gelembung udara yang terperangkap, pada kecepatan tinggi dan putaran air radiator yang kencang, gelembung tsb bisa mengikis blok mesin di bagian dalam sehingga lebih cepat terkikis dan berkarat!
  7. Klo udah abis gelembung udaranya, tutup radiatornya. Lalu isi tabung cadangan air sesuai batas yg tertera.
  8. Pasang kembali splash guard nya dan Selesai! ☺

Ngga susah ko, asal mau sedikit repot aja. Terutama utk livina yg kolongnya rendah banget, jd agak repot pas ngolong krn ruang geraknya sangat sempit! Klo mobil lain ga sesusah ini ko, apalagi klo udh ada katup pembuangannya. Jd lebih gampang kerjainnya. Well selamat mencoba.. 🙂

.: H.A.R :.

Posted in BerbagiTahu | Leave a comment

Oprak-oprek blog baru..

Abis sholat ashar gw terpaku dengan blog gw yang baru.. maklum masih penasaran pengen ngoprek2 fitur2 di wordpress..hehehe..

Barusan nambahin typekit untuk ngerubah font title heading sama post heading.. bener2 kaya orang norak deh.. hihihi.. pasti orang2 yg udah lama ngeblog bakal nyela..kemane ajee loo… hare gene baru ngoprek font.. :p tapi biarin lah.. emang gw baru mulai ngeblog kan..? jadi ya pasrah aja dah mo dicela apaan.. hehehehe..

Abis ini mau nge-link ama widget2 seru, terus hunting javascript, plugins, add-on ato apalah itu namanya buat bikin cantik laman blog sayah.. 😀 walopun hasilnya ga kebayang bakal norak kaya apa.. 😀  wakakakaka…

So klo ada yg tau aplikasi apa yg seru buat ditambahin di blog gw, tulung bagi2 ilmunya yah.. nanti saya doaken supaya kamu naik kelas deh.. :p hihihihi… tengkyuuu.. 🙂

.: H.A.R :.

Posted in MumbleJumbled | Leave a comment